Ketika membuat kesalahan, seringkali kita lunak pada diri sendiri tapi tidak kepada orang lain. Maka terkadang Anda harus bisa menjadi musuh terburuk untuk diri Anda sendiri. Padahal selama perjalanan karir, Anda akan mengalami banyak kegagalan. Tidak bisa dihindari. Masalahnya adalah, apakah kegagalan tersebut akan membuat Anda terpuruk?

Selama masa-masa yang penuh tekanan, kita akan mendapati diri kita berada di jurang paling dalam. Tidak ada akar yang terjurai untuk dijadikan pegangan kembali ke atas. Kemudian kita akan jatuh lagi karena menyalahkan diri sendiri, membodohkan, atau hal-hal negatif lainnya.

STOP! Berhenti bersikap keras pada diri Anda sendiri!

Anda justru perlu mengenali diri Anda ketika berada dalam kesulitan sehingga Anda dapat menyingkirkan pikiran-pikiran negatif tersebut. Termasuk membandingkan dengan rekan kerja yang lain yang hanya akan berujung pada iri hati.

Di bawah ini adalah 12 contoh sederhana yang mungkin bisa menginspirasi Anda untuk berhenti bersikap keras pada diri Anda sendiri.

  1. Kesalahan adalah bagian dari pembelajaran. Belajarlah untuk menghadapi kegagalan dan kesalahan dengan jiwa besar.
  2. Jangan membandingkan diri dengan orang lain karena kamu bukan mereka. Kamu adalah kamu, bahkan Si kembar identik pun tidak sama. Terimalah dirimu apa adanya.
  3. Tidak ada cara yang paling benar. Jangan batasi pikiran dengan benar atau salah. Bahkan 1+1 tidak samadengan 2. Tidak ada cara yang paling benar untuk melakukan suatau hal yang salah, dan tidak ada cara yang salah untuk melakukan suatu hal dengan benar!
  4. Yakinlah pada apa yang Anda yakini. Meskipun itu tidak popular atau aneh. Buat semua orang memahami ide-ide besar Anda.
  5. Belajar dari orang yang mengkritik Anda. Jangan biarkan kritik membuat Anda kecewa atau tidak sempurna; jadikan kritik sbagai inspirasi Anda untuk bekerja lebih!
  6. Terima kelemahan Anda sebagai “keunikan”. Kamu bukan yang sempurna, apalagi untuk segala hal, akan tetapi tidak ada yang lain yang busa seperti kamu.
  7. Lihatlah masa lalu Anda sebagai buku petualangan. Masa lalu bukanlah identitas dan tidak menentukan nasib Anda.
  8. Jangan meremehkan bakat Anda. Banyak sekali orang sukses karena tidak tahu apa bakatnya. Padahal bakat itulah yang membawanya menjadi seorang yang sukses.
  9. Tidak ada masalah yang paling pelik. Maka tempatkan masalah dalam perspektif yang sesuai dan selesaikan dengan tepat.
  10. Kecerdasan itu relatif, harga diri tidak. Tetap positif, jagalah diri Anda, lupakan tentang menjadi yang sempurna.
  11. Ekspresikan kemarahan dengan cara yang kreatif.
  12. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang menginginkan Anda untuk menjadi orang yang sukses. Memiliki orang-orang yang dapat Anda percayai dan andalkan akan membuat Anda lebih bahagia dan merasa lebih baik.